Poling
Apakah sobat Padi sudah membeli album terbaru Padi "Tak Hanya Diam"
 
Jadwal Konser

Padi Mendukung Mereka

Depan arrow Berita arrow Liputan Konser arrow Rekor Baru Padi Tercipta di PRJ
www.padi-online.com
Rekor Baru Padi Tercipta di PRJ Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Management   
Tuesday, 15 July 2008

PadI menciptakan “rekor” konser paling pagi! Sepanjang sejarah penampilannya. Tanggal 13 Juli 2008 lalu adalah konser yang paling berkesan buat mereka. Bayangkan, mereka mulai main sekitar pukul 1 dinihari! Disaat semua orang lelap tertidur, malam itu PadI membuat mata penonton yang memadati arena konser PRJ bertahan untuk melek, menantikan penampilan mereka yang di-set sebagai band penutup di Pekan Raya Jakarta 2008 yang diadakan di bilangan Kemayoran.

Behind the Stage
Behind the Stage

Acara penutupannya itu sendiri baru dimulai sekitar pukul setengah 10 malam. Meski bertepatan dengan hari minggu, tapi pengunjung PRJ malam itu tumpah ruah bahkan menimbulkan kemacetan di beberapa titik. Makin malam bukannya tambah sedikit,malah tambah penuh! Pentupan dipusatkan di Panggung Utama yang terletak di arena Pasar Gambir. Tampil sebelum PadI, diantaranya ada Titik Puspa, Titi DJ, Krisdayanti, dan Shanty yang menemani duet bareng Titi DJ. Tanpa Ruth Sahanaya, 3Diva ini masih tampil memukau. Mereka tampil solo masing-masing selama 1 jam, hanya duet satu lagu di lagu Lot ta Love. Krisdayanti bahkan sempat mengajak orang no.1 di Jakarta Fauzi Wibowo (akrab dipanggil Foke) untuk berduet bersama menyanyikan sebuah lagu dangdut. Meski tak hafal, mampu membuat suasana tambah meriah. KD bahkan sempat bergurau “Kalau Foke nyanyi lebih banyak, Fadly PadI saja sih lewaaat".

Duet Maut Piyu & Rindra
Duet Maut Piyu & Rindra

Padi Menghentak Arena PRJ
Padi Menghentak Arena PRJ

Setelah penampilan penyanyi-penyanyi perempuan, sebelum PadI tampil sebagai penutup, masih terdapat beberapa rangkaian acara lagi. Diantaranya: pengumuman stand terbaik, Miss Jakarta Fair 2008, dan pengundian hadiah utama bagi pembeli tiket karcis masuk, dan pesta kembang api! Panitia menyebutkan, kalau kembang api ini paling spektakuler yang pernah ada di Jakarta . Lucunya, banyak oran g mengira kembang api itu akan dinyalakan disekitar panggung. Ketika menghitung mundur 3…2…1…! Duaaaaaaar…ternyata kembang api meledak berlawanan dari arah pangung. Tak lama kemudian, intro lagu PadI muncul dari arah panggung. Membuat bingung, nonton kembang apa atau nonton PadI?

Untung tak lama kemudian pseta kembang api berakhir, hingga semua penonton bisa terfokus ke atas panggung. 3 lagu pembuka PadI yang bernada up beat mampu membawa adrenaline penonton meningkat: Sang Penghibur, Begitu Indah, dan Hitam. Spesial di lagu “Hitam”, di penghujung lagu Fadly berteriak histeris memekakan telinga. Kereen….!

Untuk menetralkan suasana, PadI selanjutnya bermain di nada-nada slow. Maklum saja, tidak semua penonton adalah anak muda yang menyukai lagu-lagu keras, apalagi malam itu adalah penutupan yang banyak juga dihadiri para pejabat. Guruh Sukarnoputra dan Ibu Siti Hartati Murdaya(selaku ketua panitia perhelatan akbar PRJ) terlihat lumayan anteng menonton PadI hingga pertunjukkan selesai.

Malam itu PadI bernyanyi selama 1 jam penuh. Selain lagu pembuka diatas, diantaranya PadI juga membawakan lagu: Sesuatu Yang Indah, Semua Tak Sama, Kasih Tak Sampai, Belum Terlambat, Menanti Sebuah Jawaban, Bayangkanlah, dan Harmony. Spesial di lagu Harmony, Piyu ikut menyumbangkan suaranya. Sebelum lagu dibawakan, Piyu mengungkapkan, bahwa dia merasa beruntung menjadi seorang ayah. Pas banget dengan kostum bertuliskan “Best Dad” yang akhir-akhir ini sering dia pakai kala manggung. Paling special lagi, untuk pertama kalinya video klip “Harmony” diputar. Klip ini dipakai sebagai background panggung, dikala Piyu bernyanyi.

Berbicara tentang klip “Harmony”, klip ini sudah lama dibuat tepatnya pada tanggal 14 Februari 2008 lalu di sebuah gedung tua ex-BBD Mandiri di kawasan Jakarta Kota . Klip ini distrudarai oleh Angga Dwimas Sasongko, bermain penuh dengan simbolisasi. Setiap personil membawa “misi” yang berbeda. Yoyo dengan DARK yang dituliskan di jari-jari tangannya, membawa simbol tempat lilin. Fadly dengan POWER yang dituliskan di pergelangan tangannya, membawa simbol bola dunia, Rindra dengan FAME yang dituliskan di lehernya, membawa simbol bingkai foto, Ari dengan BLIND yang dituliskan di telapak tangannya dengan mata tertutup bertuliskan kain hitam “Faith”, dan terakhir Piyu dengan FAKE yang dituliskan di punggung tangannya membawa symbol berupa Televisi.

Sekitar pukul 2 malam, pertunjukan berakhir sudah. Lantunan lagu “Sobat” menjadikan penanda pertunjukkan PadI akan segera berakhir. Semua ikut berjingkrak heboh, tetap bersemangat meski malam sudah berganti dinihari. Menjadikan Malam Begitu Indah untuk semuanya. (Julia)

Photos by Jim Allen Abel